Monthly Archives April 2020

Apa yang Harus Dilakukan Supaya Septic Tank Tidak Penuh?

Septic tank merupakan tempat penampungan limbah tinja yang berasal dari toilet atau WC rumah, pusat perbelanjaan, kantor, dan sebagainya. Tapi suatu waktu, septic tank tersebut dapat penuh jika debit air hujan banyak yang terserap ke dalam tanah, sehingga air limbah yang dikeluarkan septic tank tidak dapat terserap dengan baik ke dalam tanah.

Terkadang Anda mungkin tidak sengaja memasukkan tisu, pembalut, atau zat padat lainnya ke dalam lubang toilet. Tapi hal itu akan membuat zat-zat padat tersebut tidak dapat terurai oleh bakteri pengurai yang mengakibatkan terjadinya endapan yang bisa merusak struktur septic tank.

Selain itu, endapan yang tersumbat bisa berbalik ke lubang WC lagi karena proses aliran air terganggu akibat endapan tersebut. Penyebab lainnya adalah tata letak pohon yang ditanam di sekitar septic tank. Akar-akar pohon dapat menembus ke dalam lapisan tanah dan menabrak lapisan septic tank, sehingga menyebabkan tanah dapat masuk ke dalam lapisan yang rusak itu.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kebocoran septic tank? Pertama-tama, Anda harus menggali lahan untuk membuat parit resapan dengan kedalaman 1 meter, ukurannya 2 meter persegi, dan jarak dengan tangki bocornya sekitar 2 meter. Pembuangan aliran airnya harus memiliki kedalaman minimal 2 meter supaya bisa dialirkan ke parit resapan yang tadi dibuat.

Jika Anda tidak bisa mengatasi sendiri masalah tersumbatnya atau bocornya septic tank, Anda bisa menghubungi jasa service profesional di bidang septic tank. Dengan menggunakan jasa mereka, Anda tidak perlu repot dengan membuat sendiri resapan seperti tadi. Lagipula biayanya juga tidak mahal.

Untuk pencegahannya, sebaiknya Anda harus melakukan beberapa cara di bawah agar septic tank tidak rusak atau bocor.

  1. Jangan membuang tisu, pembalut, plastik, maupun zat pembersih lantai agar bakter pengurai di dalam septic tank tidak mati.
  2. Permukaan manhole harus dijaga kebersihannya dari segala sampah.
  3. Hindari menanam pohon maupun memasang resapan di sekitar pohon supaya akarnya tidak merusak struktur resapan atau lapisan septic tank.
  4. Buatlah jadwal mengangkat sampah atau endapan di tangki porporasi dan pipa kontrol septic tank supaya menghindari terjadinya penumpukan yang tidak dapat terurai.
  5. Berikan bubuk bakteri pengurai ke dalam septic tank agar dapat memaksimalkan proses penguraian. Sebaiknya bubuk ini diberikan setiap 6 bulan sekali.

Sumber artikel IPAL Rumah Sakit IpalBioRich.com.

Read More